Bayi sering nendang-nendang saat diberi ASI atau susu formula itu umumnya normal. Ada beberapa penyebab yang paling sering terjadi:
1. Refleks alami bayi
Pada usia bayi (apalagi di bawah 3 bulan), sistem sarafnya masih berkembang. Gerakan kaki dan tangan yang aktif adalah refleks bawaan, bukan tanda rewel atau tidak nyaman.
2. Tanda bayi merasa nyaman dan senang
Banyak bayi menendang ketika:
- Merasa aman
- Merasa kenyang perlahan
- Menikmati proses menyusu
Ini mirip ekspresi “senang” versi bayi.
3. Aliran susu deras
Jika ASI atau dot mengalir cukup deras:
- Bayi bisa refleks menendang
- Tubuhnya menyesuaikan ritme hisap dan napas
Biasanya juga disertai gerakan tangan atau jeda menyusu sebentar.
4. Perut terasa penuh / gas
Saat menyusu, bayi bisa menelan udara. Ini bisa membuat:
- Perut terasa penuh
- Bayi menendang atau menggeliat
Solusinya: sendawakan bayi setelah menyusu.
5. Stimulasi berlebih
Jika lingkungan:
- Terlalu terang
- Banyak suara
- Posisi menyusu kurang nyaman
Bayi bisa mengekspresikannya dengan gerakan kaki.
Kapan perlu waspada?
Perlu diperhatikan jika nendang disertai:
- Menangis keras saat menyusu
- Menolak susu
- Perut kembung berlebihan
- Muntah menyemprot
- Badan kaku atau melengkung ke belakang
Jika ada tanda di atas, sebaiknya konsultasi ke dokter anak.
Kesimpulan singkat
π Nendang saat menyusu biasanya tanda refleks normal atau rasa nyaman, bukan hal berbahaya.
Selama bayi tetap mau minum, berat badan naik, dan tidak rewel berlebihan, itu masih dalam batas normal.
Kalau mau, saya bisa jelaskan beda nendang karena nyaman vs karena tidak nyaman, atau posisi menyusu yang bikin bayi lebih tenang.