Hal seperti ini sangat umum terjadi pada bayi dan anak kecil, terutama di usia 0–3 tahun. Saat tidur, otak anak masih aktif berkembang dan belum sepenuhnya mampu membedakan antara mimpi, sensasi tubuh, dan kondisi sekitar. Akibatnya, anak bisa tiba-tiba menangis, merengek, atau bergerak, lalu kembali tidur seperti tidak terjadi apa-apa. Beberapa penyebab yang paling sering: Mimpi atau fase tidur ringan Bayi sering berpindah dari tidur dalam ke tidur ringan. Di fase ini, mereka bisa menangis singkat tanpa benar-benar terbangun. Kaget refleks (startle reflex) Pada bayi, refleks kaget masih kuat. Suara kecil, perubahan posisi, atau sensasi di tubuh bisa memicu tangisan sesaat. Perut tidak nyaman Gas, lapar ringan, atau popok yang mulai penuh bisa membuat bayi protes sebentar lalu tenang kembali. Overstimulasi di siang hari Terlalu banyak rangsangan (suara, cahaya, gendongan berpindah-pindah) dapat membuat otak bayi “memutar ulang” saat tidur. Transisi siklus tidur Sik...